Soal Starlink di IKN, Basuki Mengaku Masih Pakai HP Jadul

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, memberikan pernyataan menarik terkait implementasi Starlink di Ibu Kota Nusantara (IKN). Di tengah modernisasi dan teknologi canggih yang akan hadir, Basuki justru berkelakar bahwa dirinya masih setia menggunakan ponsel jadul. Pernyataan ini sontak memancing senyum publik.

Basuki menyampaikan hal tersebut saat disinggung mengenai persiapan infrastruktur digital di IKN, termasuk kehadiran Starlink. Meskipun teknologi satelit ini digadang-gadang akan mempercepat konektivitas, Basuki dengan gaya khasnya mengungkapkan masih nyaman dengan perangkat komunikasi lamanya. Ini menunjukkan sisi humoris sang menteri.

Kehadiran Starlink di IKN memang menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk memastikan konektivitas internet yang stabil dan cepat di pusat pemerintahan baru. Teknologi ini diharapkan dapat mendukung berbagai aktivitas digital dan operasional di IKN yang akan datang. Ini adalah bagian dari visi smart city.

Pernyataan Basuki yang mengaku masih pakai HP jadul ini bisa diinterpretasikan sebagai bentuk kerendahan hati atau bahkan sindiran halus. Terlepas dari itu, fokus utama adalah bagaimana IKN akan menjadi kota pintar dengan infrastruktur digital mumpuni. Komitmen pemerintah terhadap teknologi sangat tinggi.

Meskipun Basuki berkelakar tentang ponselnya, Kementerian PUPR di bawah kepemimpinannya terus berpacu membangun berbagai infrastruktur penting di IKN. Mulai dari jalan, hunian, hingga fasilitas pendukung teknologi, semua dikerjakan dengan serius. Kontribusi Basuki dalam pembangunan IKN sangat signifikan.

Implementasi Starlink sendiri bertujuan untuk mengatasi tantangan geografis dan memastikan akses internet merata, terutama di area yang sulit dijangkau jaringan terestrial. Ini akan mendukung ekosistem digital yang kuat di IKN, memfasilitasi komunikasi dan inovasi. Kehadiran Starlink sangat vital bagi IKN.

Pernyataan Basuki yang santai ini menunjukkan bahwa di balik proyek besar IKN, ada sentuhan humanis dari para pemimpinnya. Ia tidak ragu untuk berbagi sisi pribadinya yang sederhana, meskipun berada di garda terdepan pembangunan infrastruktur modern. Hal ini mendekatkannya dengan masyarakat.

Terlepas dari jenis ponsel yang digunakan Basuki, yang terpenting adalah semangat dan komitmen untuk menjadikan IKN sebagai kota masa depan yang berdaya saing. Teknologi seperti Starlink akan menjadi tulang punggung konektivitasnya. IKN siap menjadi kota pintar yang modern.

Ma’ruf Amin Mengundang PM Yunani untuk Investasi ke Proyek IKN

Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma’ruf Amin, secara resmi mengundang Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis, untuk mempertimbangkan peluang Proyek Investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN). Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Indonesia untuk menarik lebih banyak investasi asing dan mempercepat pembangunan IKN sebagai pusat ekonomi dan pemerintahan baru.

Undangan untuk berpartisipasi dalam Proyek Investasi IKN disampaikan langsung oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin saat menerima kunjungan kehormatan PM Mitsotakis di Istana Wapres, Jakarta, pada hari Rabu, 21 Mei 2025. Dalam pertemuan tersebut, Wapres memaparkan berbagai potensi dan kemudahan berinvestasi di IKN, termasuk insentif fiskal, jaminan hukum, dan prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang. IKN dirancang sebagai kota pintar dan hijau yang menawarkan berbagai sektor Proyek Investasi, mulai dari infrastruktur, energi terbarukan, teknologi digital, hingga pembangunan fasilitas pendidikan dan kesehatan.

Pemerintah Indonesia sangat serius dalam mengembangkan IKN dan melihat potensi besar dari kemitraan dengan negara-negara maju seperti Yunani. PM Mitsotakis menyambut baik undangan tersebut dan menyatakan ketertarikannya untuk mempelajari lebih lanjut mengenai detail proyek dan peluang partisipasi perusahaan-perusahaan Yunani. Beliau menegaskan bahwa Yunani memiliki keahlian di beberapa sektor yang relevan, seperti maritim dan energi hijau, yang bisa disinergikan dengan kebutuhan pembangunan IKN.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, pada hari Kamis, 22 Mei 2025, delegasi bisnis dan teknis dari Yunani dijadwalkan akan melakukan kunjungan kerja ke Indonesia. Mereka akan berinteraksi langsung dengan Badan Otorita IKN dan Kementerian Investasi/BKPM untuk mendapatkan informasi lebih rinci dan menjajaki Proyek Investasi konkret. Kepala Badan Otorita IKN, Bapak Bambang Susantono, dalam sebuah pernyataan pers pada 20 Mei 2025, mengungkapkan optimisme. “Kami berharap kunjungan delegasi Yunani ini akan berujung pada komitmen investasi yang signifikan, mengingat rekam jejak dan kapabilitas industri mereka.”

Invasi PM Yunani untuk berinvestasi di IKN menunjukkan kepercayaan komunitas internasional terhadap visi dan potensi pembangunan Indonesia. Langkah ini tidak hanya akan memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara, tetapi juga akan memberikan dorongan signifikan bagi percepatan pembangunan IKN melalui beragam Proyek Investasi dan transfer teknologi yang berharga.

Dinamika Pemindahan ASN ke IKN: Antara Progres Otorita dan Penundaan Konsolidasi

Wacana pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) ke Kalimantan Timur terus bergulir, membawa serta berbagai implikasi, termasuk aspek penting terkait pemindahan Aparatur Sipil Negara (ASN). Perkembangan terbaru menunjukkan adanya dinamika yang menarik: seluruh pegawai Otorita IKN telah resmi berkantor di IKN sejak Maret 2025, bahkan dengan dukungan bus listrik sebagai feeder. Namun, rencana pemindahan ASN secara besar-besaran dari berbagai Kementerian/Lembaga (K/L) justru mengalami penundaan.

Progres yang ditunjukkan oleh Otorita IKN patut diapresiasi. Kehadiran para pegawai Otorita di IKN menjadi sinyal kuat komitmen pemerintah dalam mewujudkan pemindahan ibu kota. Penggunaan bus listrik sebagai moda transportasi harian bagi ASN di IKN juga menunjukkan komitmen terhadap konsep kota cerdas dan hijau yang diusung. Ini adalah langkah konkret yang mendukung pengembangan infrastruktur dan ekosistem di IKN, sekaligus memberikan gambaran awal tentang bagaimana kehidupan di ibu kota baru akan berjalan.

Namun, rencana besar pemindahan ASN secara massal dari K/L lain mengalami penundaan. Penundaan ini bukan tanpa alasan. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa beberapa Kementerian/Lembaga baru saja dibentuk atau mengalami restrukturisasi, sehingga memerlukan waktu yang cukup untuk melakukan konsolidasi internal. Proses konsolidasi ini mencakup penataan organisasi, penyesuaian program kerja, serta persiapan sumber daya manusia yang akan dipindahkan. Memindahkan ASN tanpa kesiapan yang matang justru berpotensi mengganggu kinerja pemerintahan.

Situasi ini menunjukkan kompleksitas dari proyek IKN yang masif. Pemindahan ibu kota bukan hanya tentang membangun gedung-gedung baru, tetapi juga melibatkan perpindahan ribuan manusia dengan segala aspek kehidupan dan pekerjaannya. Penundaan pemindahan ASN K/L ini kemungkinan besar bertujuan untuk memastikan transisi yang lebih mulus dan efektif, menghindari gangguan terhadap pelayanan publik, serta memberikan waktu yang cukup bagi K/L untuk mempersiapkan diri secara optimal.

Meskipun terjadi penundaan pada pemindahan ASN K/L secara besar-besaran, semangat untuk membangun IKN sebagai kota yang berkelanjutan dan berkelas dunia tetap menjadi prioritas. Pemerintah diharapkan dapat terus memberikan informasi yang transparan mengenai progres dan tantangan yang dihadapi, sehingga masyarakat dapat memahami dinamika pembangunan ibu kota baru ini secara utuh. Fokus utama saat ini adalah memastikan kesiapan yang matang agar pemindahan ASN di masa mendatang dapat berjalan lancar dan mendukung efektivitas

daftar bento4d daftar bento4d daftar bento4d daftar bento4d daftar bento4d daftar bento4d daftar bento4d daftar bento4d daftar bento4d daftar bento4d daftar bento4d daftar bento4d daftar bento4d daftar bento4d daftar bento4d daftar bento4d daftar bento4d daftar bento4d