Rencana Pembangunan Sentra Perikanan Modern di IKN

Seiring dengan percepatan pembangunan Ibu Kota Nusantara, pemerintah telah menyusun Rencana Pembangunan Sentra Perikanan Modern di IKN untuk menjamin ketahanan pangan di wilayah baru tersebut. Kebutuhan akan protein hewani, khususnya ikan, diprediksi akan melonjak tajam seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan aparatur sipil negara yang dipindahkan ke Kalimantan Timur. Oleh karena itu, penyediaan fasilitas perikanan yang terintegrasi dari hulu ke hilir menjadi prioritas utama guna menghindari ketergantungan pasokan dari luar wilayah yang memakan biaya logistik tinggi.

Konsep utama dari Rencana Pembangunan Sentra Perikanan Modern di IKN adalah penerapan teknologi smart fishery yang ramah lingkungan. Fasilitas ini nantinya akan dilengkapi dengan gudang pendingin ( cold storage ) bertenaga surya untuk menjaga kesegaran hasil tangkapan nelayan lokal di sekitar Teluk Balikpapan dan Selat Makassar. Selain itu, sentra ini juga akan menjadi pusat edukasi bagi para pelaku usaha perikanan dalam menerapkan sistem budidaya berkelanjutan. Pemerintah ingin memastikan bahwa pembangunan fisik ibu kota tidak merusak ekosistem laut, melainkan justru memperkuat perlindungan sumber daya pesisir secara cerdas.

Selain fasilitas fisik, Rencana Pembangunan Sentra Perikanan Modern di IKN juga mencakup pembentukan pelabuhan perikanan digital. Di pelabuhan ini, seluruh proses peletangan ikan hingga distribusi dilakukan secara transparan melalui sistem aplikasi murah. Hal ini akan memudahkan para pelaku katering dan perhotelan di IKN untuk mendapatkan stok ikan segar dengan kepastian harga yang stabil. Dengan sistem yang terdigitalisasi, pengawasan terhadap standar keamanan pangan dan residu bahan kimia pada ikan dapat dilakukan lebih ketat, sehingga konsumen mendapatkan jaminan kesehatan yang maksimal.

Dukungan terhadap UMKM perikanan lokal juga menjadi bagian tak terpisahkan dalam Rencana Pembangunan Sentra Perikanan Modern di IKN . Pusat pengolahan produk turunan ikan, seperti filet, bakso ikan, hingga makanan ringan khas daerah, akan dibangun di kawasan penyangga ibu kota. Inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi warga lokal dan meningkatkan nilai tambah produk perikanan Kalimantan. Dengan branding yang kuat sebagai produk dari wilayah IKN, komoditas perikanan ini memiliki potensi besar untuk dipasarkan ke pasar internasional melalui jalur logistik yang kini semakin terbuka lebar.