Pohon raksasa yang telah berusia ratusan tahun tetap berdiri megah di tengah-tengah kawasan pembangunan pusat Ibu Kota Nusantara yang sangat modern. Keberadaan flora purba berukuran sangat besar ini menjadi simbol komitmen pemerintah dalam menerapkan konsep kota hutan yang ramah lingkungan. Pemerintah menetapkan zona perlindungan khusus di sekitar area tumbuh pohon tersebut agar proses konstruksi gedung pemerintahan tidak merusak ekosistem dasarnya. Keindahan serta kewibawaan pohon tua ini menghadirkan pemandangan kontras yang sangat memukau di antara kemegahan arsitektur bangunan beton modern IKN.
Keberadaan flora endemik Kalimantan berukuran jumbo ini dilindungi secara ketat melalui penerapan teknologi sistem pemantauan kondisi kesehatan pohon secara berkala. Tim ahli botani dan kehutanan ditugaskan khusus untuk merawat, memberi nutrisi, serta memastikan sistem perakaran pohon tidak terganggu oleh aktivitas pengerukan tanah. Lingkaran batang pohon yang mencapai belasan dekapan orang dewasa ini menjadi habitat alami bagi berbagai jenis burung serta serangga langka Borneo. Kehadirannya menjadi benteng konservasi hayati yang menjaga keanekaragaman hayati lokal di tengah pesatnya pembangunan infrastruktur ibu kota baru.
Integrasi keberadaan pohon raksasa ke dalam tata ruang ibu kota baru ini mendapat apresiasi luas dari berbagai organisasi pecinta lingkungan hidup internasional. Konsep pembangunan IKN yang menyatu dengan alam terbukti tidak sekadar menjadi slogan belaka, melainkan diterapkan secara nyata di lapangan pekerjaan. Area di sekitar pohon purba ini dirancang khusus menjadi taman terbuka hijau yang dapat diakses oleh publik untuk berolahraga dan bersantai. Kehadiran ruang terbuka hijau ini berfungsi sebagai paru-paru kota yang menyuplai udara segar serta menyejukkan suhu udara di sekitarnya.
Para pekerja konstruksi dan arsitek IKN mengaku mendapatkan tantangan sekaligus inspirasi tersendiri dalam merancang tata letak bangunan di sekitar pohon bersejarah ini. Desain jalan dan alur saluran air disesuaikan sedemikian rupa agar tidak memotong sistem perakaran alami yang membentang sangat luas di dalam tanah. Keberadaan flora tua ini menjadi pengingat konstan bagi para perancang kota akan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan kelestarian alam raya. Pendekatan harmonis ini diharapkan dapat menjadi standar baru bagi pembangunan kota-kota masa depan di seluruh dunia.
Keberlanjutan hidup pohon raksasa di jantung pusat pemerintahan baru Indonesia ini menegaskan identitas IKN sebagai smart forest city dunia. Upaya perlindungan terhadap kekayaan alam Borneo ini menjadi warisan sangat berharga bagi generasi penerus bangsa yang akan mendiami kota masa depan ini. Diharapkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dapat terus dipertahankan seiring dengan perkembangan pesat pembangunan kawasan ibu kota. Keindahan pohon tua ini akan selalu mengayomi perjalanan sejarah baru bangsa Indonesia di ibu kota Nusantara yang tercinta.
