Membicarakan musik pop Melayu di Indonesia tentu tidak bisa lepas dari nama besar ST 12 yang fenomenal. Grup ini memiliki segudang hits yang selalu diputar di radio maupun televisi pada masanya. Namun, jika kita menggali lebih dalam koleksi Album Lawas mereka, terdapat banyak permata tersembunyi yang sering kali terlupakan.
Lagu-lagu populer seperti P.U.S.P.A mungkin sudah sangat akrab di telinga, tetapi ada karya lain yang tak kalah puitis. Mengapresiasi kembali Album Lawas ST 12 akan memberikan pengalaman nostalgia yang berbeda bagi para penggemar setianya. Beberapa lagu justru memiliki kedalaman lirik yang lebih kuat dibandingkan dengan single utama yang dikomersialkan.
Salah satu lagu yang patut didengar kembali adalah Cinta Tak Harus Memiliki dari album perdana mereka. Meskipun cukup dikenal, lagu ini sering tertutup oleh popularitas Jalan Terbaik. Keindahan aransemen dalam Album Lawas ini menunjukkan kemurnian musikalitas ST 12 saat mereka baru memulai perjalanan besar di industri musik tanah air Indonesia.
Lagu berjudul Dewa Kelon juga merupakan track unik yang jarang dibahas oleh kritikus musik saat ini. Padahal, lagu tersebut menampilkan sisi eksploratif ST 12 dalam memadukan lirik jenaka dengan melodi yang sangat ear-catching. Menemukan lagu seperti ini dalam Album Lawas mereka membuktikan bahwa kreativitas Charly dan kawan-kawan sangatlah luas.
Selain itu, lagu Aku Masih Sayang versi akustik sering kali dilewatkan begitu saja oleh para pendengar kasual. Padahal, kesederhanaan instrumen dalam rekaman Album Lawas tersebut mampu menonjolkan kualitas vokal Charly yang sangat emosional. Lagu ini sangat cocok didengarkan bagi mereka yang sedang merindukan nuansa musik melankolis yang sangat jujur.
Jangan lupakan juga lagu Ruang Hidup yang memiliki pesan mendalam tentang makna kehidupan dan rasa syukur. Lagu ini memberikan warna religi yang halus tanpa terdengar menggurui para pendengarnya. Kehadiran lagu-lagu bermakna seperti ini di dalam Album Lawas ST 12 membuat diskografi mereka terasa sangat lengkap dan tetap relevan.
Mendengarkan kembali karya-karya lama mereka bukan sekadar urusan nostalgia, melainkan bentuk apresiasi terhadap sejarah musik Indonesia. Setiap nada yang tercipta dalam Album Lawas tersebut menjadi bukti dedikasi mereka dalam mempertahankan identitas Melayu. Banyak musisi baru saat ini yang masih menjadikan struktur lagu lawas ST 12 sebagai referensi berkarya.
