Kawasan wisata Lembang kembali menjadi sorotan publik setelah viralnya laporan mengenai dugaan praktik penaikan harga makanan secara tidak wajar oleh oknum pemilik warung lesehan. Tindakan Getok Harga ini dialami oleh rombongan wisatawan asal luar daerah yang terkejut saat menerima lembaran tagihan makan malam dengan angka yang tergolong sangat fantastis. Laporan yang diunggah ke media sosial tersebut langsung memicu reaksi keras dari netizen yang mengecam perilaku curang oknum pedagang tersebut. Keberadaan praktik tidak jujur ini dinilai sangat mencoreng citra pariwisata Lembang yang selama ini dikenal ramah dan menyenangkan.
Banyak calon wisatawan mengaku menjadi ragu untuk berkunjung dan menikmati wisata kuliner di Lembang akibat ulah beberapa oknum pedagang yang tidak bertanggung jawab. Pengelola asosiasi pedagang wisata setempat sangat menyesalkan kejadian tersebut dan berjanji akan menindak tegas anggotanya yang terbukti melakukan pelanggaran etika berdagang. Penempelan daftar harga makanan secara transparan di setiap meja makan didesak untuk wajib diterapkan oleh seluruh pemilik warung dan restoran di kawasan wisata. Transparansi harga dinilai sebagai satu-satunya cara paling ampuh untuk mencegah terjadinya tindakan penipuan harga terhadap para pengunjung.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Barat langsung menerjunkan tim pengawas ke lapangan guna melakukan sidak serta menelusuri kabar praktik Getok Harga tersebut. Petugas mendatangi lokasi kejadian untuk meminta keterangan dari pemilik tempat usaha serta memberikan teguran keras atas tindakan yang merugikan dunia pariwisata daerah. Pemerintah daerah menegaskan bahwa sanksi tegas berupa penutupan sementara hingga pencabutan izin usaha akan dijatuhkan jika pengelola warung tidak mengindahkan imbauan resmi. Pengawasan ketat akan terus ditingkatkan terutama menjelang masa libur panjang guna menjaga kenyamanan seluruh wisatawan.
Para pelaku usaha pariwisata Lembang sepakat untuk memperketat pengawasan internal dan membentuk ikatan pedagang yang tertib serta jujur dalam melayani pembeli. Mereka menyadari bahwa kebiasaan memeras wisatawan dalam jangka pendek hanya akan mematikan usaha mereka sendiri karena pengunjung tidak akan pernah mau kembali lagi. Edukasi mengenai pentingnya pelayanan prima dan penetapan harga yang wajar terus diberikan kepada para pedagang kecil di sekitar objek wisata. Persaingan usaha yang sehat dan jujur menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan ekonomi pariwisata daerah Lembang.
Masyarakat dan para wisatawan diimbau untuk tidak ragu melaporkan setiap bentuk kecurangan tarif ke posko aduan pariwisata resmi yang telah disediakan oleh dinas terkait. Perilaku buruk berupa Getok Harga tidak boleh dibiarkan merusak nama baik industri kreatif dan kuliner lokal yang telah dibangun dengan susah payah oleh para pelaku usaha. Dengan penanganan yang cepat dan tindakan hukum yang tegas, kenyamanan kawasan wisata Lembang diharapkan dapat kembali pulih seperti sedia kala. Seluruh elemen masyarakat siap menyambut para wisatawan dengan keramahan serta harga pelayanan yang jujur dan wajar.
